seseorang yang menatap kelamnya malam dengan syahdu
mencoba mengaitkan kegelapan dengan kelabu
bukannya tak sama, tapi terkadang berbeda
sudut awalan khayalmu berbeda denganku
itu katamu
sirat yang tersurat itu mencekam
aku coba untuk menelaah kembali
benarkah?
yah, memang dulu menurutku malam itu gelap
dulu, dulu sekali ketika di sudut ini tak ada sebuah lampu remang yang menemaniku
ketika aku terlupa bahwa gelap menjadikan siklus hormonalku terus tergulir di dalam darahku
dan harapanku tentang masa depan hanya terpaku pada ruang ini
aku berkata salah, tapi salah itu hanya persepsi yang berbeda antaranya
dan ketika kau menyulut salahmu dengan amarah
serta malam semakin membutakanmu dengan cengkraman
dan orang-orang tetap memadamkan lilin-lilin dengan teriakan kelamnya
aku berusaha sampai titik danarku untuk tetap membelamu
walaupun aku tahu bahwa malam itu tidak kelabu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar